Pages

SALAH SATU SISWA SDN BUBUTAN TERPILIH MENJADI PANGERAN LINGKUNGAN HIDUP 2015

Rabu, 01 Juli 2015



Setelah melewati proses yang panjang akhirnya diputuskan pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2015, Rifky Firmansyah berhasil terpilih menajdi pangeran lingkungan hidup 2015. Tidak hanya itu Dwi Natasya juga terpilih sebagai Runner up I untuk kategori Puteri. Sedangkan dua siswa dan siswi lainnya yaitu Khofila dan Faiq masih menjadi finalis. Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2105 diselenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya.

 Rifky Firmansyah, Siswa kelas 6 SDN Bubutan terpilih menjadi Pangeran Lingkungan Hidup 2015.

Persaingan yang ketat menuntut para finalis ini bekerja keras. Tidak hanya itu mereka dituntut untuk se kreatif mungkin untuk mengkampanyekan proyeknya di sekolah, keluarga dan masyarakat. Menjadi finalis pangerandan puteri lingkungan hidup merupkan prestasi yang sangat istimewa. Mereka adalah anakanak yang terpilih setelah melewati seleksi yang sangat ketat.
 

 Ibu Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Pak Ihsan mendukung para finalis Pangput 2015

Ibu walikota Surabaya, Tri Risma Harini dalam sambutannya mengatakan, “Anak-anakku jangan pernah lelah menjadi pejuang lingkunganhidup. Meski tidak ada bayarannya, tetapi 3 juta lebih warga Surabaya bisa menikmati apa yang telah kalian kerjakan” . disamping itu Bu Risma juga menjelaskan bahwa pemerintah kota Surabaya telah mengambil langkah penting untuk memenuhi kebutuhan air dengan membangun bendungan baru dan banyak menanam pohon. Yang paling beliau khawatirkan adalah masuknya air laut ke lapisan air tanah. Lebih lanjut lagi beliau mejelaskan bahwa meskipun Surabaya kota yang padat, tetapi kualitas udaranya masih tetap terbaik dari pada kota kota lainnya di seluruh Indonesia. 

 SDN Bubutan IV mengirimkan 4 finalis PangPut 2015

Setelah sambutan ibu Walikota, acara dilanjutkan dengan adu yel yel dari para finalis. Mereka sudah menyiapkan 10 supporter yang terdiri dari teman sekolah, guru, keluarga dan tetangga. Tidak hanya itu, para supporter juga membawa poster para finalis dan berdandan dengan pakaian daur ulang yang sangat unik. Suasana sangat meriah dan tidak kalah meriahnya dengan acara audisi / kontes dangdut di televise nasional. Khofila mengajak ibu nya, teman sekelas dan guru kelasnya. Mereka mempersembahkan yel yel yang meriah dan menarik. Bahkan ada yang membawa alat music seperti kentongan , ecek ecek, dan gallon air minum.
Segmen terakhir adalah menjawab pertanyaan dari para juri. Para finalis sudah mempunyai bekal pengetahuan yang cukup karena sebelumnya sudah diberi pembekalan oleh Tunas Hijau Indonesia. Mereka harus memilih nomer pertanyaan yang terdiri dari 1-45. Natasya mendapatkan pertanyaan “bagaimana  pendapatmu tenntang maraknya penggunaan pembungkus makanan dari stereofoam di masyarakat” dia menjelaskan bahwa setereofoam sangat tidak sehat. Jika terkena panas maka bahan kimia dari seterofoam tersebut akan menyatu dengan makanan dan masuk ke dalam tubuh kita. Disamping itu setereofoam tidak dapat hancur atau terurai oleh tanah, jadi sangat tidak ramah lingkungan.


 Para Pendukung dari Dwi Natasya menampilkan yel-yel

Pertanyaan untuk Rifky Firmansyah adalah “  apa hubungan pemanasan global dengan krisis air” ia menjelaskan bahwa jika suhu bumi semakin panas, maka penguapan air akan meningkat. Jadi untuk mengurangi pemanasan global perlu ditingkatkannya program hemat energy dari setiap individu seperti mengurangi penggunaan kipas angina tau AC dengan membuka jendela, memperbanyak solar cell, dan penggunaan lampu LED. 

Faiq Aqil mendapatkan pertanyaan “apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Mengapa perlu untuk dilestarikan?” Faiq menjelaskan bahwa Aneka artinya banyak, Hayati artinya hidup jadi keanekaragaman hayati adalah keanekargaan mahluk hidup baik di air maupun di darat. Ini sangat penting untuk dilestarikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi.

Khofila diberi pertanyaan “bagaiman tanggapanmu tentang TPA Benowo dan tempat pembuangan akhir sampah di kota Surabaya?’ dia menjelaskan bahwa lebih dari 1200 ton sampah masuk ke TPA Benowo setiap hari. Sampah ini berasal dari warga kota Surabaya. untuk mengurangi sampah diperlukan upaya memilah sampah yang baik dari rumah tangga, kantor dan perusahaan.  

Dwi Natasya Nurcahyani Infantri
“saya sangat senang sekali bisa mengikuti penganugrahan pangeran dan puteri lingkungan hidup 2015, karena saya mendapatkan banyak teman dan menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah plastik. Dan akhirnya saya menjadi Runner up I puteri lingkungan hidup 2015. Saya akan mempromosikan tentang perilaku ramah lingkungan tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia dengan aksi nyata. Sosialisasi tentang bahaya sampah plastic masih terus saya lakukan untuk mengurangi bencana banjir dan memotivasi semua warga untuk lebih mencintai / peduli terhadap lingkungan”
Ayo semua warga dan teman-teman, cintailah lingkungan hidupmu….!

Muhammad Rifky Firmansyah Maulana
“Setelah mengikuti ajang Pangput lingkungan hidup 2015, dan menjadi Pangeran Lingkungan hidup 2015, saya lebih termotivasi untuk peduli lingkungan dan hidup ramah lingkungan. Untuk mengajak masyarakat Surabaya akan pentingnya menghemat listrik dibutuhkan kerja keras dan rasa toleransi yang tinggi, dengan aksi nyata dan bersosialisasi. Saya ikut berpartisipasi mengubah kota Surabaya yang sering terjadi banjir menjadi kota yang bebas banjir dan hijau. 
Saya berharap masyarakat Surabaya lebih hemat dalam penggunaan listrik dan air!

Jalin Persahabatan, Ajak Siswa Coolbinia Primary School Berbalas Surat Dengan SDN Bubutan IV

Rabu, 24 Juni 2015


Oleh : Yazid Ahmad, Guru Bahasa Inggris
Berkunjung ke sekolah ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Sekolah ini sangtlah luas. Banyak pohon besar yang dijumpai disini. Tentu pohon pohon tersebu tbanyak menarik perhatian burung-burung liar.  Terdapat juga Bushland yang cukup luas, kaki anda akan terasa pegal jika memutarinya. Sekolah tersebut bernama Coolbinia primary school, yang dalam bahasa suku aborigin Coolbinia merupakan pohon.




saya mempresentasikan tentang surat dan poster yang dibuat oleh-oleh anak-anaknya dii SDN Bubutan IV kepada siswa Coolbinia Primary School

Eliane Lewis, salah seorang guru lingkungan, menceritakan bahwa tahun lalu terjadi kebakaran besar di sekolahnya. Semua pohon dan semak berubah menjadi hitam. Hal tersebut adalah pemandangan yang mengerikan, kebakaran hutan dan semak menjadi isu yang besar di Australia.  Cuaca yang panas di musim panas menjadikan daun-daun dan ranting pohon sangatlah kering, sehingga sangat mudah terbakar.

4 minggu setelah kebakaran, para siswa diberi proyek yang mereka sebut Quadrat Project. Anak anak diajak untuk mencari tempat yang luasnya berkisar 3 x 3 meter dan menandainya dengan tali di bekas area kebakaran tersebut. Setiap bulan mereka harus melaporkan perkembangan semak, pohon, dan binatang yang tumbuh di area yang sudah mereka tandai. Mereka harus mengukur tinggi dari semak atau tanaman yang tubuh di setiap quadratnya. Jadi ini merupakan pembelajaran yang menarik dimana anak-anak diajak melakukan penelitian ilmiah jangka panjang.


Observasi mengenai kondisi Bushland Coolbinia Primary School yang juga melibatkan delegasi CCEEE 2015, saya mengajak siswa Coolbinia mengamati di bawah pohon yang terdapat sampah botol


Michael, salah satu siswa kelas 6, menuturkan bahwa tinggi  pohon palm bernama Macrozamia yang tumbuh di Quadratnya sudah 180 cm. Dia berharap pohon tersebut dapat tumbuh secara baik dan keliahatan hijau. Dia menuturkan bahwa dia terahir kali mengunjungi quadratnya sekitar 4 minggu yang lalu. Setelah kebakaran, tanah yang ada di area bushland tersebut menjadi semakin subur, karena nutrisi yang ada pada pohon terbakar masih tertinggal, hal itu yang membuat pohon Macrozamia dapat tumbuh dengan cepat.
Millenium Kid, partnership Tunas Hijau mengajak siswa Coolbinia Primary School ini membuat proyek menulis buku tentang sekolahnya. Mereka diajak untuk menuliskan idenya tentang lingkungan sekolahnya dan memikirkan apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan. Mereka boleh menulis puisi, cerita bergambar dan impian mereka.

Para delegasi CCEEE 2015 juga diberi kesempatan menuliskan idenya, Surya Adinatta, siswa SMPN 4 dan Fatih Abdul Aziz, siswa dari SMAN 14, juga aktif terlibat dalam proyek ini. Mereka berbaur dengan para siswa disini. Mereka menuliskan ide mengenai memasukkan foto-foto dokumentasi perubahan dari waktu ke waktu mengenai kondisi bushland mereka. Mulai dari sebelum kebakaran sampai setelah kebakaran.
Sebelum kegiatan berakhir, saya menunjukkan beberapa surat, bros kain perca dan poster yang ditulis dan digambar oleh siswanya SDN Bubutan IV Surabaya.  Puluhan siswa dan guru Coolbinia Primary School sangat senang menerima surat, poster dan bros daur ulang kain perca. Mereka berencana akan membalas surat-surat tersebut melalui email.

Eliane menuturkan bahwa karya anak anak SDN Bubutan IV ini sangat luar biasa, Isi surat tersebut berupa cerita kegiatan sehari -hari siswa SDN Bubutan IV baik di sekolah dan di rumahnya. Ada yang mengungkapkan ekspresinya dan antusiasnya untuk berteman dengan anak anak australia melalui cerita  bergambar. Para guru SDN Bubutan IV membantu mereka untuk menerjemahkan tulisan mereka ke dalam Bahasa Inggris. 

INTERNATIONAL INTERCULTURAL MURAL EXCHANGE (IIME)

Selasa, 03 Maret 2015


International Intercultural Mural Exchange (IIME) adalah program kerjasama membuat mural antara dua sekolah di Negara yang berbeda. Pemilihan peserta ditentukan oleh organisasi Japan Art Mile yang berpusat di Jepang. Organisasi ini dikelola oleh Atsuko Shiwaku. komunikasi yang dilakukan adalah melaui forum   J-art Mile





Kerja sama mural antara SDN Bubutan IV dengan SD Kosaka, Jepang dimulai dengan mengisi jadwal program selama satu tahun. Isi jadwal tersebut adalah perkenalan, rencana pelaksaan program pengiriman hasil mural dan pameran. Program kerjasama ini dimulai sekitar bulan Pebruari 2014 sampai maret 2015.

Perkenalan dengan SD Kosaka dimulai dengan saling mengirim kartu siswa-siswi kamu dengan siswa – siswi SD Kosaka. Kartu-kartu tersebut ditulis tangan oleh anak-anak. Setelah selesai para guru memindainya di computer. Hasil pemindaian tadi selanjutnya dikirim melalui E-mail. Setelah sampai kami mencetaknya dan memamerkan dikelas atau mading. Anak-anak sangat bangga karena kartu yang mereka buat dilihat dan dibaca oleh anak-anak jepang. Pengalaman ini tentu tidak terjadi di semua sekolah.

Selanjutnya,  kami saling mengirim video di forum J-Art Mail. Masing-masing guru mengirimkan video tentang kondisi sekolah mereka dan situasinya.” Ini merupakan sebuah pengalaman yang menarik bagi sekolah kami. Kami bisa mengetahui langsung sekolah- sekolah di luar negeri mulai dari bangunan dan kegiatannya” Ujar Pak Yazid, guru Bahasa Inggris.

Setelah saling bertukar kartu, langkah selanjutnya adalah saling berkomunikasi teleconference melalui Skype. Teleconference ini dilaksanakan denan melibatkan seluruh siswa dan guru yang mengerjakan mural. Ini adalah pengalaman pertama anak didik kami melakukan teleconference. Mereka sangat senang bisa berkenalan dengan teman baru dari Negara lain. Dalam video conference ini masaing masing kami mengenalkan dirinya satu persatu dengan menunjukkan kegemarannya. Adayang membawa bola, wayang, kuas, buku cerita dan banyak lagi. “Suasananya sungguh menyenangkan bisa berkenalan dengan teman baru dari negaa lain” ujar Audi, siswi kelas empat.


Dalam teleconference tersebut kami juga mendiskusikan topic dan design mural. Akhirnya kami sepaat untuk membuat mural tentang lingkungan yang bertemakan Eco Japan and Indonesia. Kanfas dan cat disediakan oleh Japan Art Mile. Pengerjaan mural dilakukan di SD Kosaka terlebih dahulu. Mereka menggambar sparuh dari kanfas dan sisanya diselesaikan oleh SDN Bubutan IV.  Setelah satu bulan lukisan tersebut sampai di SDN Bubutan IV. Kami menyelesaikannya dalam waktu dua minggu. Dengan didampingi oleh Pembina lukisnya, anak-anak mengerjakan mural tersebut dengan baik. Akhirnya setelah satu bulan, Mural tersebut kami kirim kembali ke SD Kosaka. Kami diberi konfirmasi oleh SD Kosaka bahwa Mural yang kami kirim sudah sampai disana. Kami juga dikirimi gambar via email. Kami sangat bangga mural kami dipajang disana dan dipamerkan bersama sekolah-sekolah dari beberapa Negara lainnya. Untuk lebih jelas tentang J-Art Mile bisa dilihat melalui akun facebook.


SDN BUBUTAN IV DUKUNG SURABAYA ECO CITY

Jumat, 27 Februari 2015

SDN Bubutan IV menjadi salah satu sekolah yang mengikuti program from learning to living

Indonesia menjadi negara pertama yang meluncurkan pedoman kerangka kerja 10 tahun penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sustainable Consumption and Production/SCP). Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20) di Rio de Janeiro pada 21 Juni 2012 menjadi landasan dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Pembangungan peri kehidupan manusia yang hakiki adalah hanya apabila terjadi keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup,” Jika lingkungan tidak dikelola dengan baik dan pola konsumsi dan produksi tidak berubah maka akan lingkungan rusak begitu juga dengan masa depan generasi selanjutnya.

Rabu (25/02), bertempat di Hotel Garden Palace Team Leader Proyek Switch Asia Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup, BLH Kota Surabaya Serta  Tunas Hijau adakan pertemuan guna siap serangkaian lomba lingkungan hidup.

.Pada kesempatan tersebut  Dr. Edzard Ruehe  Tim Leader SCP Switch Asia, menjelaskan Program SCP yang sudah berjalan di Indonesia dimana yang menjadi percontohan yaitu Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta. Edzard mengaku bangga dengan warga Kota Surabaya karena seluruh stakeholder mendukung program tersebut .

Ir. Noer Adi Wardoyo , M.T ( Asisten Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ) dalam sambutannya  menyampaikan, bahwa Indonesia berani mengambil inisiatif meluncurkan dokumen tersebut karena sejak dua tahun terakhir Indonesia sudah mempersiapkan beberapa hal.

“Sudah dua tahun terakhir kita mempersiapkan dan menghimpun kegiatan yang sudah memenuhi kriteria SCP seperti green building, green tourism, dan green industri,”.

Program-program tersebut merupakan program “Quick Wins”.yang diusung oleh KLH bersama kementerian teknis terkait, yaitu Kementerian PU, LKPP, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata. Untuk pelaksanaannya, program tersebut akan dimasukan dalam Rencana Pembangunan jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2015 – 2019. KLH sendiri telah membuat perangkat kebijakan pendukung pelaksanaan SCP, seperti Produksi Bersih (Eko-efisiensi), Verifikasi Kinerja Teknologi Ramah Lingkungan, dan Sistem Manajemen Lingkungan untuk penerapan produksi berkelanjutan, Kriteria Ekolabel untuk sertifikasi produk ramah lingkungan dan pengadaan barang/jasa ramah lingkungan untuk penerapan konsumsi berkelanjutan.


KLH juga membuat Sistem Kompetensi Keahlian dan Lembaga Penyedia Jasa untuk penyediaan Sumberdaya Manusia (SDM) yang kompeten dan pembinaan dan peningkatan kapasitas produsen dan konsumen, termasuk pihak pendukung, antara lain sektor pembiayaan (“green banking”) dan menurut  Ir. Noer Adi Wardoyo , M.T agar Program ini terus dilanjutkan serta diharapkan Surabaya bisa menjadi Kota Pertama dan Kota Percontohan Eco City di Indonesia bahkan di Dunia. Pada kesempatan tersebut KLH menyerahkan hadiah lomba kegiatan program tersebut kepada sekolah-sekolah Surabaya pemenang lomba SCP. (Humas Dispendik Surabaya)

Sumber : http://dispendik.surabaya.go.id/

SURABAYA ECO SCHOOL 2014 SEMAKIN GIAT DI BUBUTAN EMPAT


( Kiprahku Pada Pengembangan Program Lingkungan Hidup di Sekolah
dan Dampaknya )
Oleh : Mohamad Samsul Hadi, Kepala SDN Bubutan IV Surabaya

            Surabaya Eco School 2014 ( SES 2014) telah berakhir dengan kegiatan awarding. Bagi SDN Bubutan IV tiada akhir dalam kegiatan lingkungan hidup. Kekuatan baru setelah merger 1 tahun lalu justru mengawali kebersamaan dalam kegiatan SES 2014.

            Setiap kegiatan dan challenges dalam SES 2014 benar-benar memacu semangat untuk menyukseskan program sekolah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kerja bakti makin meriah karena siswa yang terlibat lebih dari 1.000. Lubang biopori semakin banyak dan sampah yang diisikan juga semakin penuh, sehingga panen kompos makin berat timbangannya.

            Semangat yang ditunjukkan oleh para punggawa di Bubutan IV layak diacungi dua jempol. Hasil akhir merupakan suatu hal yang bisa diterima semua pihak, karena “perjuangan dan doa” sudah terlihat nyata dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.

        

Konservasi air yang merupakan tema besar dalam SES 2014 benar-benar menggerakkan semua aspek dalam program lingkungan hidup di Bubutan IV. Pemilahan sampah dan pembebasan sampah plastik merupakan hal penting yang proses pelaksanaanya memerlukan ketelatenan dan perjuangan khusus semua pihak. Penolakan plastik berdampak pada pola makan dan minum. Anak-anak terbiasa membawa tempat air dan makan yang bisa dipakai berulang-ulang. Pengelola kantin tidak menyediakan makanan kemasan  plastik yang biasanya mengandung penyedap dan bahan pengawet. Hal tersebut secara tak sadar telah menumbuhkan pola hidup dengan makanan sehat.

            “Dampak” lain yang secara tidak langsung yaitu sekolah mendapatkan bantuan tiga unit filter air dari EWAS ( Expatriate Women Association Surabaya ) sehingga di setiap lantai terdapat kran yang siap minum dan sehat. Alhamdulillah, semoga ini sebuah indikator bahwa Bubutan IV mendapat jalan untuk menjadi lebih baik dalam semua hal, khususnya “sikap” terhadap lingkungan hidup.
            Hal lain yang berhubungan dengan konservasi air seperti penampungan air hujan, pengembangan taman, dan penghematan energi berjalan linear bersama kesadaran untuk menjadi lebih baik. Dampak penghematan energi, Bubutan IV mendapatkan solar cell  yang telah terpasang dan bermanfaat bagi sumber listrik di perpustakaan dan insya Allah nanti akan berdampak pada pola fikir semua siswa. Semoga kelak dengan inspirasi unit solar cell tersebut akan muncul siswa-siswa yang intens dalam pencarian energi alternatif.
            Pengembangan taman, selain menambah taman gantung yang sudah ada, taman dinding menambah semarak setiap tembok di sudut sekolah berpacu dengan sudut baca yang mendukung program Surabaya sebagai kota literasi.

            Kegiatan kampanye lingkungan hidup yang bertempat di mall berhasil menumbuhkan semangat dan self confidence semua pihak. Saya yakin momen tersebut akan terpatri di benak seluruh siswa Bubutan IV dan kelak secara naluriah akan muncul tatkala dibutuhkan dalam perjalanan panjang kehidupan nanti.

            Gong akhir dari rangkaian challenge eco school 2014 yaitu kegiatan yang melibatkan seluruh stake holder sekolah, di Bubutan IV terwujud dalam  pembibitan bunga, sayur, empon-empon, tanaman lindung, calon tanaman bonsai, toga, dan palawija. Kepala sekolah, guru kelas, guru  Agama, guru Bahasa Inggris, guru Olah Raga, TU, kebersihan dan keamanan, tidak ketinggalan orang tua wali murid dan komite sekolah  membentuk kelompok “bersaing “ dalam pembibitan tanaman. Kegiatan yang mendapat penilaian dari tim kehati ini  berlangsung empat tahap dan diumumkan setelah liburan semester di bulan Januari 2015.

            Action nyata dalam pengembangan kepedulian terhadap lingkungan setelah awarding yaitu konsep kebersihan. Melalui kesepakatan bersama, mengawali bulan Pebruari 2015 seluruh siswa dan guru di Bubutan IV melepas sepatu jika memasuki area gedung sekolah.Siswa boleh memakai sandal atau hanya berkaos kaki. Dampak nyata kegiatan melepas sepatu ini adalah lantai sekolah lebih awet bersih dan kinclong, para siswa tidak membawa debu atau lumpur dari luar yang kerap menempel di sepatu dalam musim hujan. Tentu saja ini juga merupakan penghematan air dan alat dalam kegiatan kebersihan.  

            Semoga “semarak” kegiatan lingkungan hidup yang terangkum dalam SES 2014 dapat menjadi inspirasi bagi siswa Bubutan IV dan dunia pendidikan untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Semoga Tunas Hijau terus melahirkan tunas-tunas yang akan menjadikan dunia semakin hijau. Amin.
           
           



SDN BUBUTAN IV SEKOLAH ADIWIYATA TERBAIK I TINGKAT KOTA SURABAYA

Selasa, 17 Februari 2015



Senin, 16 Pebruari 2015

Atas berkah rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongnya oleh keinginan luhur supaya berkehidupan yang ramah lingkungan, maka warga SDN Bubutan IV berhasil menjadi sekolah terbaik I  ADIWIYATA tingkat Kota Surabaya dengan nilai 74. 

Kemudian dari pada itu, SDN Bubutan IV akan maju ke Adiwiyata Propinsi Jawa Timur. Dibutuhkan kerja keras dan tim yang solid untuk mencapai prestasi tersebut. Para guru harus bekerja ekstra (lembur) dalam mengerjakan komponen I – IV. Kerja keras tersebut terbayar sudah dengan ditakdirkannya kami menjadi Juara I tingkat Kota Surabaya. “Ini adalah pertama kalinya kami mengikuti program Adiwiyata dan Syukur Alhamdulillah kami berhasil menjadi juara” Ujar Bu Rinda, Ketua Tim Adiwiyata SDN Bubutan IV.

 Membanggakan : Kepala dan Guru SDN Bubutan IVmemperoleh penghargaan dari BLH Kota Surabaya sebagai sekolah Adiwiyata terbaik I tingkat kota Surabaya.
 
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ir. Musid Ali Suhudi,MT selaku kepala BLH Kota Surabaya, di SMA 12Surabaya. hadir pula disana Kepala sekolah SDN Bubutan IV, Drs. Mohamad Samsul Hadi, M.Pd di damping oleh Bu Titin, Bu Endang dan Bu Leni. ‘Sebuah kehormatan bisa menjadi juara” terang Bu Endang guru kelas IV A. 

Kami semua berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami mencapai prestasi tersebut. Diawali dengan mengikuti program Eco School yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia, kami berhasil menjadi Juara 1 pada tahun 2013 dan runner up pada tahun 2014. Selanjutnya kami mengejar untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Program Eco school menjadikan kami terbiasa untuk berkegiatan lingkungan di sekolah maupun di luar sekolah. Semua kegiatan itu kami dokumentasikan untuk dijadikan pelengkap administrasi sekolah Adiwiyata.

Tidak hanya itu, kerja sama yang baik dengan wali murid juga menjadi pengangkat nilai kami di program Sekolah Adiwiyata. Sekolah selalu melibatkan wali murid dalam rapat, perencanaan maupun pelaksanakan kegiatan lingkungan di sekolah maupun luar sekolah seperti ngebor biopori di rumah warga, grebek pasar, lomba yel-yel dan program sekolah bebas plastik. 

Kami juga bekerja sama dengan instasi pemerintah seperti PUSKESMAS, BLH, Dinas Pertanian Surabaya dan kelurahan. Salah satu persyaratan menjadi sekolah Adiwiyata adalah kantin sehat. Maka kami bekerja sama dengan PUSKESMAS untuk melakukan tes laboratorium untuk makanan yang dijual di kantin. Makanan tersebut haruslah bebas dari 5P yaitu penyedap, pewarna, pengawet, pemutih,dan pemanis. Dan setelah di tes, hasilnya menunjukkan bahwa kantin sekolah kami menjual makanan yang bebas dari 5P tersebut. Maka kami mendapatkan stiker kantin sehat dengan nomor 0583/ 3578 /12 / 14 pada tanggal 24 Desember 2014.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras tim Adiwiyata. Tantangan selanjutnya adalah maju Adiwiyata tingkat propinsi. Ini menjadi semangat buat kami untuk terus berprestasi” terang Pak Samsul Hadi, kepala sekolah kami. (Teacher)

PEMAKAIAN PANEL SURYA

Jumat, 13 Februari 2015

Surabaya, 14 Pebruari 2015

Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SDN Bubutan VI Surabaya telah rampung dilakukan pada hari ini (02/10). Tiga buah panel surya yang masing-masing berukuran 100 CM x 50 Cm ini mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 300 watt/peak (panas terik siang hari). Tenaga listrik yang dihasilkan ini disimpan dalam accu basah 12 Volt berkapasitas 200 Ampere.



Listrik yang di hasilkan PLTS ini akan digunakan untuk untuk memenuhi kebutuhan listrik di ruang perpustakaan diantaranya untuk menyalakan kipas angin.


                                                                                                                                                                                     

Panel Surya hadiah dari program from learning to living (FLTL)  untuk SDN Bubutan IV sudah dipasang dan mulai digunakan. Panel ini ditempatkan di ruang perpustakaan. panel ini digunakan untuk mengganti energi listrik yang dipakai diperpustakaaan untuk kipas angin, LCD Proyektor, Sound sistem, dan lain sebagainya. disamping itu panel surya ini bisa juga untuk pembelajaran IPA secara langsung.