Pages

JUARA 2 LOMBA MENULIS SURAT UNTUK WALIKOTA

Rabu, 01 Juli 2015



                                                                                                        
 Sherly Intan Eka Putr, Siswi kelas 5 C berhasil menjadi juara ke-2 dalam lomba menulis surat untuk walikota yang diselenggarakan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan(BARPUS) kota Surabaya. berikut ini adalah surat dari Ananda Sherly



                                                                                                               
                                                                                                            Surabaya, 15  Maret 2015     
Yth.
Ibu Ir. Tri Rismaharini, M.T.
Walikota Surabaya
Di Surabaya

Assalamualaikum wr . wb
Semangat pagi bu Risma.Bagaimana kabar bu Risma saat ini? Semoga bu Risma selalu dalam lindungan Allah S.W.T,sabar dalam menghadapi warga Surabaya, semangat dalam memerintah kota Surabaya.Semogadengan harapan saya ini bisa membuat Surabaya lebih baik dan lebih sejahtera.
Sebelumnya, saya ingin perkenalkan diri. Nama saya Sherly Intan Eka Putri kelas 5 dari sekolah SDN BUBUTAN IV Surabaya. Umur 11 tahun. Sekolah berada di Jl. Semarang no. 90. Saya tinggal di Jln. Lamongan no. 70-b dekat stasiun Pasar Turi, Surabaya Pusat.
Berikut harapan Sherly tentang Surabaya.
Harapan Sherly yang pertama. Setiap Sherly pulang sekolah atau berangkat sekolah, Sherly melihat kali mir di samping sekolah sangat keruh dan kotor. Waktu itu Sherly juga ingat ketika akan berangkat latihan berenang di Unesa, setiap Sherly melihat sungai ketika perjalanan pasti sungai itu kotor. Hanya ada beberapa sungai yang bersih, Sherly ingin pemerintah turun tangan dalam menghadapi hal tersebut. Warga kota Surabaya belum sepenuhnya menyadari apa itu arti kebersihan dan keindahan. Sherly ingin pemerintah mengajak seluruh warga Surabaya membersihkan sampah dan melarang warga Surabaya membuang sampah disungai. 
Harapan Sherly yang kedua. Sherly ingin bu Risma tidak turun dari jabatan Walikota   Surabaya. Karena semenjak bu Risma menjadi Walikota di Surabaya, banyak perubahan di Surabaya. Antara lain meliputi kebersihan, lingkungan hijau, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Jika Surabaya dibawah kepemimpinan orang lain, saya khawatir Surabaya tidak secantik dibawah pimpinan Bu Risma. Dibawah pimpinan orang lain, Surabaya tidak dapat penghargaan lagi. Surabaya akan merosot dari penghargaaan yang diraihnya selama ini. Salah satu bukti atas perjuangan bu Risma adalah taman Bungkul mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013 dari Perserikatan bangsa-bangsa (PBB).
Harapan Sherly yang ketiga. Sherly berharap agar banyak dibuka taman olahraga selain taman Bungkul. Karena banyak warga Surabaya yang gemuk dan saya khawatir banyak orang Surabaya yang terkena obesitas. Dengan dibuka taman olahraga di berbagai tempat, maka akan banyak orang yang tidak lagi malas berolahraga. Karena bagi orang yang jarak rumahnya jauh dari taman, orangnya akan malas olahraga. Dan olahraga itu baik untuk kesehatan juga mencegah penyakit di dalam tubuh, antara lain penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
Harapan Sherly yang keempat. Saya berharap agar dibuat tim pelaksanaan dalam pengontrolan makanan dan jajanan di Surabaya. Karena Sherly pernah menonton berita di televisi dan dalam siaran berita tersebut ditemukan pabrik di Jakartayang memproduksi jajanan yang dicampur formalin. Bukankah bahan formalin itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Jika mengkonsumsi makanan mengandung formalin tersebut terlalu banyak dapat menyebabkan kanker dan pengerusakan di dalam tubuh manusia.Kantin disekolah Sherly sudah berlabel hijau dan bebas 5 P (pewarna, pengenyal, pengawet, penyedap, pengenyal). Namun disekitaran sekolah masih ada PKL (Pedagang Keliling) yang menjual jajanan yang belum bisa dipastikan bebas formalin atau bebas 5 P. Nah, temen-temen sherly masih ada yang jajan diluar sekolah walaupun sudah ditegur dan diingatkan supaya jajan dikantin sekolah yang bisa dipastikan lebih sehat. Bila bu Risma membuat tim pelaksana dalam mengontrolan bahan makanan dan jajanan di Surabaya, berarti bu Risma telah menyelamatkan ribuan warga Surabaya.
Harapan Sherly yang kelima adalah, Sherly berharap adanya perpustakaan keliling untuk umum (jumlah TBMnya ditambah). Karena itu dapat mendorong masyarakat untuk membaca buku di perpustakaan keliling dan bantu mewujudkan Surabaya kota literasi.Dengan membaca, Surabaya akan terkenal dengan warganya yang pintar. Saya berharap Surabaya menjadi percontohan kota-kota lain untuk menjadi kota literasi berikutnya.
Harapan Sherly yang ke enam. Disekolah Surabaya Alhamdulillah sudah gratis dan tanpa biaya. Sherly berharap ada sekolah khusus untuk anak jalanan yang mengamen supaya bakat dan minat mereka tersalurkan.

Sekian harapan yang ingin saya sampaikan kepada walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini lewat surat ini. Saya ucapkan mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati ibu.
Terima kasih atas perhatiannya.
Dari
Sherly Intan Eka Putri






Tugas Pertama, Pangeran dan Puteri LH 2015 Ngabuburit Ngebor Lubang Resapan di Jalur Hijau



 Ngabuburit ngebor lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Ir Soekarno menjadi aksi pertama bagi Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015 yang baru kemarin terpilih, M. Rifki Firmansyah Maulana, siswa SDN Bubutan IV dan Made Anindya Gita, siswa SDN Kaliasin I. Bersama dengan 50 orang lainnya yang terdiri dari siswa, guru dan keluarga dari 12 sekolah, Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015 ini malah banyak menarik perhatian pengguna jalan.
Rifky Firmansyah, Pangeran Lingkungan Hidup 2015 melaksanakan tugas pertamanya yaitu Ngebor bareng di Jl. Ir Soekarno Surabaya


Menariknya, mereka terlihat antusias menjalankan aksi dan tugas pertamanya sebagai Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015. Bersama dengan pemenang yang lain, yakni Nurrayhan Haydar, runner up I Pangeran Lingkungan Hidup dan Runner Up III Pangeran Lingkungan Hidup, Satria Arya, siswa SDN Kaliasin I, membuat banyak siswa yang merupakan kakak kelasnya kagum dan terpacu semangatnya seperti anak-anak ini.
Menurut Adelia Roro, siswa SMAN 13, dirinya kagum dengan semangat yang ada pada anak-anak Paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015, karena tanpa terlihat lelah, mereka langsung ikut dalam kegiatan ngebor lubang resapan biopori bersama di jalur hijau di depan gedung BCA. “Saya bangga dan kagum melihat mereka kak, baru kemarin mereka terpilih, sore ini langsung mau ikut kegiatan, saya pasti akan meniru semangatnya,” ucap Ardelia Roro, siswa kelas 11.


Bersama dengan Yazid Ahmad, guru pembina lingkungan SDN Bubutan IV, M. Rifki Firmansyah Maulana, Pangeran Lingkungan Hidup 2015, bersemangat membuat lubang resapan biopori sebagai tugas pertamanya menjadi Pangeran Lingkungan Hidup 2015 saat ngabuburit ngebor lubang resapan biopori di jalur hijau Jalan Ir Soekarno

Bersama dengan Yazid Ahmad, guru pembina lingkungan sekolahnya, Rifki, panggilan akrab Pangeran Lingkungan Hidup 2015 ini mulai membuat lubang resapan biopori. Berbekal bor biopori yang dibawanya dari rumah, Rifki serius menggali tanah yang sudah dibor, dengan bantuan linggis dan gurunya, beberapa batu ukuran besar, berhasil diangkat. “Wah, kak, kondisi tanahnya yang kering dan banyak batu-batu kerasnya, makanya saya kesulitan untuk mencapai 100 cm,” ucap Rifki, siswa kelas 6.
Sementara itu, Made Anidnya Gita, Puteri Lingkungan Hidup 2015 yang datang bersama ayahnya, terlihat bersemangat membuat lubang resapan biopori. Bersama dengan ayahnya, Ugek, panggilan akrab dari Puteri Lingkungan Hidup 2015 ini mempunyai pesan khusus yakni dirinya ingin mengajak pelajar di Surabaya untuk turut melibatkan orang tua dalam aksi-aksi lingkungan. “Saya ingin mengajak pelajar-pelajar mengajak orang tuanya untuk ikut peduli lingkungan, ya percuma kalau di sekolah kita peduli lingkungan, tetapi di rumah tidak,” ucapnya.
Kegiatan ngebor bareng jalur hijau ditutup oleh acara berbuka bersama yang telah disiapkan oleh Tunas Hijau. Ta’jil yang disiapkan pun bebas dari sampah plastik. “Kami memang punya ciri khas untuk menyediakan makanan tanpa menggunakan pembugkus plastik, karena itu yang kami ingin sampaikan kepada orang lain, untuk mengurangi plastik,” ucap Anggriyan. Sambil berbuka puasa Tunas Hijau juga turut membagikan doorprize berupa gantungan kunci, mug, serta lampu taman tenaga surya. (fat/ryn www.tunashijauindonesia.org)

SALAH SATU SISWA SDN BUBUTAN TERPILIH MENJADI PANGERAN LINGKUNGAN HIDUP 2015



Setelah melewati proses yang panjang akhirnya diputuskan pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2015, Rifky Firmansyah berhasil terpilih menajdi pangeran lingkungan hidup 2015. Tidak hanya itu Dwi Natasya juga terpilih sebagai Runner up I untuk kategori Puteri. Sedangkan dua siswa dan siswi lainnya yaitu Khofila dan Faiq masih menjadi finalis. Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2105 diselenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya.

 Rifky Firmansyah, Siswa kelas 6 SDN Bubutan terpilih menjadi Pangeran Lingkungan Hidup 2015.

Persaingan yang ketat menuntut para finalis ini bekerja keras. Tidak hanya itu mereka dituntut untuk se kreatif mungkin untuk mengkampanyekan proyeknya di sekolah, keluarga dan masyarakat. Menjadi finalis pangerandan puteri lingkungan hidup merupkan prestasi yang sangat istimewa. Mereka adalah anakanak yang terpilih setelah melewati seleksi yang sangat ketat.
 

 Ibu Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Pak Ihsan mendukung para finalis Pangput 2015

Ibu walikota Surabaya, Tri Risma Harini dalam sambutannya mengatakan, “Anak-anakku jangan pernah lelah menjadi pejuang lingkunganhidup. Meski tidak ada bayarannya, tetapi 3 juta lebih warga Surabaya bisa menikmati apa yang telah kalian kerjakan” . disamping itu Bu Risma juga menjelaskan bahwa pemerintah kota Surabaya telah mengambil langkah penting untuk memenuhi kebutuhan air dengan membangun bendungan baru dan banyak menanam pohon. Yang paling beliau khawatirkan adalah masuknya air laut ke lapisan air tanah. Lebih lanjut lagi beliau mejelaskan bahwa meskipun Surabaya kota yang padat, tetapi kualitas udaranya masih tetap terbaik dari pada kota kota lainnya di seluruh Indonesia. 

 SDN Bubutan IV mengirimkan 4 finalis PangPut 2015

Setelah sambutan ibu Walikota, acara dilanjutkan dengan adu yel yel dari para finalis. Mereka sudah menyiapkan 10 supporter yang terdiri dari teman sekolah, guru, keluarga dan tetangga. Tidak hanya itu, para supporter juga membawa poster para finalis dan berdandan dengan pakaian daur ulang yang sangat unik. Suasana sangat meriah dan tidak kalah meriahnya dengan acara audisi / kontes dangdut di televise nasional. Khofila mengajak ibu nya, teman sekelas dan guru kelasnya. Mereka mempersembahkan yel yel yang meriah dan menarik. Bahkan ada yang membawa alat music seperti kentongan , ecek ecek, dan gallon air minum.
Segmen terakhir adalah menjawab pertanyaan dari para juri. Para finalis sudah mempunyai bekal pengetahuan yang cukup karena sebelumnya sudah diberi pembekalan oleh Tunas Hijau Indonesia. Mereka harus memilih nomer pertanyaan yang terdiri dari 1-45. Natasya mendapatkan pertanyaan “bagaimana  pendapatmu tenntang maraknya penggunaan pembungkus makanan dari stereofoam di masyarakat” dia menjelaskan bahwa setereofoam sangat tidak sehat. Jika terkena panas maka bahan kimia dari seterofoam tersebut akan menyatu dengan makanan dan masuk ke dalam tubuh kita. Disamping itu setereofoam tidak dapat hancur atau terurai oleh tanah, jadi sangat tidak ramah lingkungan.


 Para Pendukung dari Dwi Natasya menampilkan yel-yel

Pertanyaan untuk Rifky Firmansyah adalah “  apa hubungan pemanasan global dengan krisis air” ia menjelaskan bahwa jika suhu bumi semakin panas, maka penguapan air akan meningkat. Jadi untuk mengurangi pemanasan global perlu ditingkatkannya program hemat energy dari setiap individu seperti mengurangi penggunaan kipas angina tau AC dengan membuka jendela, memperbanyak solar cell, dan penggunaan lampu LED. 

Faiq Aqil mendapatkan pertanyaan “apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Mengapa perlu untuk dilestarikan?” Faiq menjelaskan bahwa Aneka artinya banyak, Hayati artinya hidup jadi keanekaragaman hayati adalah keanekargaan mahluk hidup baik di air maupun di darat. Ini sangat penting untuk dilestarikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi.

Khofila diberi pertanyaan “bagaiman tanggapanmu tentang TPA Benowo dan tempat pembuangan akhir sampah di kota Surabaya?’ dia menjelaskan bahwa lebih dari 1200 ton sampah masuk ke TPA Benowo setiap hari. Sampah ini berasal dari warga kota Surabaya. untuk mengurangi sampah diperlukan upaya memilah sampah yang baik dari rumah tangga, kantor dan perusahaan.  

Dwi Natasya Nurcahyani Infantri
“saya sangat senang sekali bisa mengikuti penganugrahan pangeran dan puteri lingkungan hidup 2015, karena saya mendapatkan banyak teman dan menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah plastik. Dan akhirnya saya menjadi Runner up I puteri lingkungan hidup 2015. Saya akan mempromosikan tentang perilaku ramah lingkungan tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia dengan aksi nyata. Sosialisasi tentang bahaya sampah plastic masih terus saya lakukan untuk mengurangi bencana banjir dan memotivasi semua warga untuk lebih mencintai / peduli terhadap lingkungan”
Ayo semua warga dan teman-teman, cintailah lingkungan hidupmu….!

Muhammad Rifky Firmansyah Maulana
“Setelah mengikuti ajang Pangput lingkungan hidup 2015, dan menjadi Pangeran Lingkungan hidup 2015, saya lebih termotivasi untuk peduli lingkungan dan hidup ramah lingkungan. Untuk mengajak masyarakat Surabaya akan pentingnya menghemat listrik dibutuhkan kerja keras dan rasa toleransi yang tinggi, dengan aksi nyata dan bersosialisasi. Saya ikut berpartisipasi mengubah kota Surabaya yang sering terjadi banjir menjadi kota yang bebas banjir dan hijau. 
Saya berharap masyarakat Surabaya lebih hemat dalam penggunaan listrik dan air!

Jalin Persahabatan, Ajak Siswa Coolbinia Primary School Berbalas Surat Dengan SDN Bubutan IV

Rabu, 24 Juni 2015


Oleh : Yazid Ahmad, Guru Bahasa Inggris
Berkunjung ke sekolah ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Sekolah ini sangtlah luas. Banyak pohon besar yang dijumpai disini. Tentu pohon pohon tersebu tbanyak menarik perhatian burung-burung liar.  Terdapat juga Bushland yang cukup luas, kaki anda akan terasa pegal jika memutarinya. Sekolah tersebut bernama Coolbinia primary school, yang dalam bahasa suku aborigin Coolbinia merupakan pohon.




saya mempresentasikan tentang surat dan poster yang dibuat oleh-oleh anak-anaknya dii SDN Bubutan IV kepada siswa Coolbinia Primary School

Eliane Lewis, salah seorang guru lingkungan, menceritakan bahwa tahun lalu terjadi kebakaran besar di sekolahnya. Semua pohon dan semak berubah menjadi hitam. Hal tersebut adalah pemandangan yang mengerikan, kebakaran hutan dan semak menjadi isu yang besar di Australia.  Cuaca yang panas di musim panas menjadikan daun-daun dan ranting pohon sangatlah kering, sehingga sangat mudah terbakar.

4 minggu setelah kebakaran, para siswa diberi proyek yang mereka sebut Quadrat Project. Anak anak diajak untuk mencari tempat yang luasnya berkisar 3 x 3 meter dan menandainya dengan tali di bekas area kebakaran tersebut. Setiap bulan mereka harus melaporkan perkembangan semak, pohon, dan binatang yang tumbuh di area yang sudah mereka tandai. Mereka harus mengukur tinggi dari semak atau tanaman yang tubuh di setiap quadratnya. Jadi ini merupakan pembelajaran yang menarik dimana anak-anak diajak melakukan penelitian ilmiah jangka panjang.


Observasi mengenai kondisi Bushland Coolbinia Primary School yang juga melibatkan delegasi CCEEE 2015, saya mengajak siswa Coolbinia mengamati di bawah pohon yang terdapat sampah botol


Michael, salah satu siswa kelas 6, menuturkan bahwa tinggi  pohon palm bernama Macrozamia yang tumbuh di Quadratnya sudah 180 cm. Dia berharap pohon tersebut dapat tumbuh secara baik dan keliahatan hijau. Dia menuturkan bahwa dia terahir kali mengunjungi quadratnya sekitar 4 minggu yang lalu. Setelah kebakaran, tanah yang ada di area bushland tersebut menjadi semakin subur, karena nutrisi yang ada pada pohon terbakar masih tertinggal, hal itu yang membuat pohon Macrozamia dapat tumbuh dengan cepat.
Millenium Kid, partnership Tunas Hijau mengajak siswa Coolbinia Primary School ini membuat proyek menulis buku tentang sekolahnya. Mereka diajak untuk menuliskan idenya tentang lingkungan sekolahnya dan memikirkan apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan. Mereka boleh menulis puisi, cerita bergambar dan impian mereka.

Para delegasi CCEEE 2015 juga diberi kesempatan menuliskan idenya, Surya Adinatta, siswa SMPN 4 dan Fatih Abdul Aziz, siswa dari SMAN 14, juga aktif terlibat dalam proyek ini. Mereka berbaur dengan para siswa disini. Mereka menuliskan ide mengenai memasukkan foto-foto dokumentasi perubahan dari waktu ke waktu mengenai kondisi bushland mereka. Mulai dari sebelum kebakaran sampai setelah kebakaran.
Sebelum kegiatan berakhir, saya menunjukkan beberapa surat, bros kain perca dan poster yang ditulis dan digambar oleh siswanya SDN Bubutan IV Surabaya.  Puluhan siswa dan guru Coolbinia Primary School sangat senang menerima surat, poster dan bros daur ulang kain perca. Mereka berencana akan membalas surat-surat tersebut melalui email.

Eliane menuturkan bahwa karya anak anak SDN Bubutan IV ini sangat luar biasa, Isi surat tersebut berupa cerita kegiatan sehari -hari siswa SDN Bubutan IV baik di sekolah dan di rumahnya. Ada yang mengungkapkan ekspresinya dan antusiasnya untuk berteman dengan anak anak australia melalui cerita  bergambar. Para guru SDN Bubutan IV membantu mereka untuk menerjemahkan tulisan mereka ke dalam Bahasa Inggris. 

INTERNATIONAL INTERCULTURAL MURAL EXCHANGE (IIME)

Selasa, 03 Maret 2015


International Intercultural Mural Exchange (IIME) adalah program kerjasama membuat mural antara dua sekolah di Negara yang berbeda. Pemilihan peserta ditentukan oleh organisasi Japan Art Mile yang berpusat di Jepang. Organisasi ini dikelola oleh Atsuko Shiwaku. komunikasi yang dilakukan adalah melaui forum   J-art Mile





Kerja sama mural antara SDN Bubutan IV dengan SD Kosaka, Jepang dimulai dengan mengisi jadwal program selama satu tahun. Isi jadwal tersebut adalah perkenalan, rencana pelaksaan program pengiriman hasil mural dan pameran. Program kerjasama ini dimulai sekitar bulan Pebruari 2014 sampai maret 2015.

Perkenalan dengan SD Kosaka dimulai dengan saling mengirim kartu siswa-siswi kamu dengan siswa – siswi SD Kosaka. Kartu-kartu tersebut ditulis tangan oleh anak-anak. Setelah selesai para guru memindainya di computer. Hasil pemindaian tadi selanjutnya dikirim melalui E-mail. Setelah sampai kami mencetaknya dan memamerkan dikelas atau mading. Anak-anak sangat bangga karena kartu yang mereka buat dilihat dan dibaca oleh anak-anak jepang. Pengalaman ini tentu tidak terjadi di semua sekolah.

Selanjutnya,  kami saling mengirim video di forum J-Art Mail. Masing-masing guru mengirimkan video tentang kondisi sekolah mereka dan situasinya.” Ini merupakan sebuah pengalaman yang menarik bagi sekolah kami. Kami bisa mengetahui langsung sekolah- sekolah di luar negeri mulai dari bangunan dan kegiatannya” Ujar Pak Yazid, guru Bahasa Inggris.

Setelah saling bertukar kartu, langkah selanjutnya adalah saling berkomunikasi teleconference melalui Skype. Teleconference ini dilaksanakan denan melibatkan seluruh siswa dan guru yang mengerjakan mural. Ini adalah pengalaman pertama anak didik kami melakukan teleconference. Mereka sangat senang bisa berkenalan dengan teman baru dari Negara lain. Dalam video conference ini masaing masing kami mengenalkan dirinya satu persatu dengan menunjukkan kegemarannya. Adayang membawa bola, wayang, kuas, buku cerita dan banyak lagi. “Suasananya sungguh menyenangkan bisa berkenalan dengan teman baru dari negaa lain” ujar Audi, siswi kelas empat.


Dalam teleconference tersebut kami juga mendiskusikan topic dan design mural. Akhirnya kami sepaat untuk membuat mural tentang lingkungan yang bertemakan Eco Japan and Indonesia. Kanfas dan cat disediakan oleh Japan Art Mile. Pengerjaan mural dilakukan di SD Kosaka terlebih dahulu. Mereka menggambar sparuh dari kanfas dan sisanya diselesaikan oleh SDN Bubutan IV.  Setelah satu bulan lukisan tersebut sampai di SDN Bubutan IV. Kami menyelesaikannya dalam waktu dua minggu. Dengan didampingi oleh Pembina lukisnya, anak-anak mengerjakan mural tersebut dengan baik. Akhirnya setelah satu bulan, Mural tersebut kami kirim kembali ke SD Kosaka. Kami diberi konfirmasi oleh SD Kosaka bahwa Mural yang kami kirim sudah sampai disana. Kami juga dikirimi gambar via email. Kami sangat bangga mural kami dipajang disana dan dipamerkan bersama sekolah-sekolah dari beberapa Negara lainnya. Untuk lebih jelas tentang J-Art Mile bisa dilihat melalui akun facebook.