Pages

IIME 2015-2016 SUKSES DILAKSANAKAN

Selasa, 01 Maret 2016



Puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,International Intercultural Mural Project (IIME) 2015- 2016 antara Nishikigaoka Elementary School, Miyagi, Japan dan SDN Bubutan IV Surabaya telah selesai dilaksanakan. Proyek ini merupakan kerjasama dua sekolah tersebut dalam bidang lukisan yang berisi tentang budaya masing-masing negara. Program ini dimotori olej Japan Art Mail (J-art Mail) yang didukung oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan Jepang.

 Siswa memamerkan hasil karya mereka dalam kerjasama membuat Mural dengan Nishikigaoka E S Japan

Program ini merupakan program tahun ke-dua bagi SDN Bubutan IV. Program pertama dilaksanakan pada tahun pelajaran 2014 – 2015. Dalam tahun pertama, kami berpartner dengan Kosaka Elementary school. Agenda kegiatannya tidaklah jauh berbeda dengan tahun ini.

Tim Lukis melanjutkan mural yang sebagian sudah dikerjakan oleh sekolah Jepang
Proyek ini dimulai dengan pembuatan program, jadwal dan MOU. Kegiatannya dimulai dari perkenalan , antar siswa melalui Forum dan email. Anak –anak menulis data diri di selembar kertas disertai foto dan di scan. Selanjutnya dikirim melalui forum dan email. 

Para siswa menuliskan tanda tangan dan pesan singkat di balik kanfas
Tahap selanjutnya adalah ‘Discovering Culture” dimana kedua sekolah saling mengeksplorasi kebudayaan masing-masing. Kegiatan ini sangat menarik karena siswa harus mencari tahu tentang budayanya sendiri dan juga budaya negara jepang. Mereka mengeksplorasi melalui internet, majalah dan buku yang ada di perpustakaan sekolah. 
 Beberapa kartu perkenalan dari para siswa Jepang untuk para siswa SDN Bubutan IV
Penentuan desain Mural menjadi lanjutan dari kegiatan eksploari budaya. Pada tahap ini kedua sekolah membuat desain budaya mereka sendiri. Setelah desain terbuat, maka kami harus membagikannya melalui forum atau e-mail. Setelah keputusan diambil. Maka kami telah menetapkan tentang desain yang harus kami buat nanti. Nishikigaoka ES, menjadi sekolah pertama yang melukis Mural. Setelah selesai mereka mengirim mural ke Indonesia. Setelah sekitar dua minggu, paket mural tiba di SDN Bubutan IV. Kami melanjutkan gambar yang akan kami lukis itu sesuai dengan desain yang sudah kami sepakati. 

Sekitar 1 bulan , lukisan mural selesai dibuat. Kami kembali mengirim paket tersebut kembali ke Jepang. Tidak hanya itu para siswa juga menulis surat untuk teman-temannya disana. Anak-anak dan guru pendamping lukis telah membuat sekolah bangga. Pihak sekolah sangat menghargai karya tim lukis tersebut. Semoga progeram ini dapat bermanfaat bagi SDN Bubutan IV Surabaya dan Nishikigaoka ES, Miyagi Japan.

LAKUKAN PENELITIAN DALAM KEGIATAN TENGAH SEMESTER I (KTS-1)

Selasa, 15 Desember 2015



Surabaya, 14 Desember 2015
 
Kegiatan Tengah Semester (KTS) dilaksanakan di Pantai Kenjeran (Kenjeran Park) Surabaya. Peserta yang dilibatkan adalah kelas 4 dan kelas 5 siswa-siswi SDN Bubutan IV Surabaya. Kegiatan ini terjadwal berangkat dari sekolah pukul 07. 30 dan kembali ke sekolah pukul 13.30. sebanyak 360 siswa dan 20 guru turut serta dalam kegiatan ini. Mereka mengendarai 5 bus secara bersama-sama.


Tujuan Utama kegiatan ini adalah :

1. Mengidentifikasi flora fana pantai
2. Mengidentifikasi Jenis Pekerjaan dan hasil produk masyarakat sekitar pantai
3. Menulis laporan kegiatan

Para siswa-siswi melakukan pengamatan flora, salah satunya adalah tanaman bakau
Setiap kelas dibagi menjadi 8 kelompok yang terdiri dari 5-6 siswa. Mereka harus membawa kamera dan alat tulis. Mereka akan melakukan penelitian lapangan tentang flora fauna, melakukan wawancara dengan para pedagang atau masyarakt sekitar dan menulis laporan.

Berikut ini adalah salah satu laporan yang ditulis oleh siswa – siswi kelas 5

KELAS           : 5 E
KELOMPOK : 5
Nama Kelompok :
1. Maulitha
2. Ni’matul
3. Bambang
4. Agan
5. Ari

Hari      : Senin
Tanggal : 14 – 12 – 2015
Tempat : Pantai Kenjeran

Saya dan teman-teman berangkat ke Kenjeran pukul 07.00. Saya melewati jalan yang banyak pepohonan. Disana ada bermacam-macam kendaraan yaitu mobil, sepeda motor, bism bemo dan lain lain. Sesampai di Kenjeran saya melihat pemandangan yang sangat indah. Disana banyak penjual tirai yang terbuat dari kerang. Dan ada juga penjual lontong kupang. Ternyata disana juga ada lapangan kuda. Disana ada kuda yang berkeliaran. Kelas 4 dan kelas 5 dibagi menjadi dua yaitu kelas  di kolam renang kenjeran. Kelas 4 melaksanakan tugas bersama bapak / ibu guru kelas 4. Anak kelas 4 mempraktekkan macam – macam gaya renang didampingi oleh guru olahraga. Sedangkan kelas 5 melaksanakan tugas membuat laporan di pantai kenjeran.

Salah satu fauna habitat pantai kenjeran adalah ikan glodok
 
Di pantai kenjeran airnya sedang surut. Dan kapal-kapal tidak bisa berlayar. Nelayan suklit mencari ikan. Hasil produk dari dikenjeran adalah perahu mainan yang terbuat dari kayu, bros kerang, pigura yang terbuat dari kerang, tirai dari kerang dan juga makanan lontong kupang dan camilan. Ternyata waktu air surut banyak ikan Glodok dan ikan Indosiar. 

Setelah itu aku dan teman-teman pindah ke Pantai Ria Kenjeran yaitu aku berenang. Dan anak-anak kelas 4 pindah di pantai kenejeran juga mengerjakan tugas laporan. Bagiku tugas laporan ini agak sulit karena kita harus menceritakan pengalaman kita dari kita berangkat sampai menuju pantai kenjeran. Di pantai kenjeran ada tanaan yaitu tanaman bakau (Mangroove)

Sesudah itu semua anak harus berkumpul karena kita harus pulang dan harus menuju sekolah kita dengan selamat. Di Bus, anak-anak semua kelelahan dan ketiduran. Hanya aku yang belum tidur. Aku melewati jalan sebelah kiri bus ku ada makam-makan umum dan sebelah kanan ku ada makam pencipta lagu kebangsaan Indoneisa Raya yaitu W.R Supratman. Kita dan teman-teman sarapan dari makan sarapan dari rumah sambil memandang pemandangan yang sangat indah. Sesampai itu ternyata bus sekolahku sudah sampai dan semua teman-temanku turun dan kehujanan. Hujan itu sangat lebat, tetapi anak-anak tidak pantang menyerah dan harus senang karena rekreasi hari ini lebih senang dari pada yang dulu-dulu.

Ternyata aku tidak terlewatkan KTS (Kegiatan tengah semester) kalau dulu aku tidak ikut pasti akan rugi. Aku senang mengikuti kegiatan ini dan aku harap kelas 6 nanti ada KTS lagi.

Kesimpulan kegiatan



Para siswa sedang melakukan wawancara kepada para pedagang sekitar pantai kenjeran
 
Ternyata pantai kenjeran mempunyai produk kerajinan yang sangat bagus seperti, perahu yang terbuat dari kayu, pigura kerang, bros kerang, tirai kerang dan lain-lain. Juga ada makanan khas pantai kenjeran yaitu lontong kupang dan camilan kerupuk khas kenjeran. Ada pohon bakau yang bisa mencegah abrasi.

Kita harus mencintai produk kita sendiri. Jika produk kita hilang kita akan susah sendiri. Dan bila produk kita dibeli pleh luar negeri kita akan bangga dan produk indonesia akan terkenal.

Sampai disini dulu ya teman-teman. Itulah ceritaku bersama teman-temanku. Ingat kita harus mencintai produk dalam Negeri. 


Melalui kegiatan semester ini, diharapkan para siswa lebih mengenal Kota Surabaya dengan berbagai potensi alam dan masyarkatnya. (Teacher)

SDN BUBUTAN IV RAIH 8 PENGHARGAAN DALAM AWARDING SURABAYA ECO SCHOOL 2015

SDN Bubutan IV Memperoleh Penghargaan Sekolah terbaik ke III SES 2015

Surabaya, 12 Desember 2015

Pelaksanaan Surabaya Eco School (SES) 2015 telah mencapai puncaknya. Untuk kategori SD, sebanyak 20 sekolah lolos sampai babak final. Mereka diundang untuk menghadiri Awarding SES 2015 di gedung Wanita, Jl Kalibokor Kota Surabaya. 

Suasana awarding sanagt meriah di dalam gedung. Acara diawali dengan final Yel-yel lingkungan hidup mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Sebanyak 15 tim yang mengikuti final lomba yel – yel lingkungan hidup 2015 . mereka semua memakai kustum terbaiknya dan menampilkan performance terbaik mereka. 
Tim Yel - Yel SDN Bubutan IV menampilkan aksi terbaiknya pada Awarding Surabaya Eco School  (SES) 2015

Tim Yel-yel manampilkan atraksi terbaiknya. Maskot bintang laut masih menjadi pusat perhatian bagi para penonton. Tidak hanya itu, alat musiknya yang terdiri dari barang bekas menjadi alat musik terbaik dalam lomba ini dan mendapat penghargaan khusus. Kostum yang digunakan merupakan buatan sendiri, tidak membeli dari luar. Dan Akhirnya pada acara puncak tim Yel-Yel SDN Bubutan IV berhasil menjadi peringkat ke-4 atau harapan 1. 

Dengan berakhirnya SES 2015 ini, SDN Bubutan berhasil memperoleh 6 piala yaitu :
1. Juara 3 Surabaya Eco School (SES) 2015
2. Juara 2 Lomba Jinggle
3. Juara Harapan 1 Lomba yel-yel lingkungan hidup 2015
4. alat musik terbaik yel-yel lingkungan hidup 2015
5. Musik Terbaik yel-yel lingkungan hidup 2015
6. Foto terbaik of  the 2nd  week
7. Foto terbaik of  the 4nd  week
8. Progres of the 2nd week

Pihak sekolah sangat mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh tim Eco School 2015. Kerja keras mereka telah memberi hasil yang cukup memuaskan. Masih banyak yang harus dibenahi untuk tantangan tahun depan,

TIM JINGGLE SDN BUBUTAN IV RAIH JUARA 2 KATEGORI SD

Kamis, 26 November 2015



Pelaksanaan Lomba Jingle Lingkungan Hidup Surabaya Eco School 2015 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Perusahaan Otobus (PO) Mentari Pagi di Taman Prestasi Surabaya, Jalan Ketabang Kali, Minggu (22/11) berlangsung heboh. Berikut ini adalah peringkat Lomba Jinggle lingkungan hidup 2015 Kategori SD:

Juara I SDN KALIASIN I
Juara II SDN BUBUTAN IV
Juara III SDN PRADAH KALIKENDAL I

Tim Jinggle SDN Bubutan IV Tampilheboh dalam Lomba Jinggle Lingkungan Hidup 2015

29 tim sekolah dari 32 tim sekolah yang terdaftar tampil pada pelaksanaan lomba yang mengangkat tema konservasi air ini. Tim jingle yang hadir adalah SMPN 11, SDIT AL-USWAH, SDN BUBUTAN IV, SMPN 4, SDN KALIASIN I, SMPN 1, SMAN 12, SMPN 23, SMAN 19, SMAN 3, SMPN 25, SMPN 40, SMPN 9, SMKN 5 dan SDN DUKUH MENANGGAL I.

Tim lainnya yang tampil adalah SMAN 18, SMAN 5, SMPN 41, SMAN 8, SMAN 20, SMK ADHIKAWACANA, SMAN 16, SMPN 12, SMPN 26, SMPN 50, SMK Farmasi, SMPN 37
SMPN 7, SDN Pradah Kalikendal I dan SMPN 5. Ada tiga tim jingle lingkungan hidup yang batal tampil adalah tim jingle SMPN 17, SMPN 12 dan SMAN 9 Surabaya.

Tim Jinggle SDN Bubutan 4 tampil dengan melibatkan 6 siswa dan 1 guru. Para siswa tersebut terdiri dari 5 vokal dan 1 penabuh drum yang terbuat dari ember bekas. Sedangkan gurunya memainkan gitar. Tim tampil dengan nomor urut yang ke – 3. Dengan pakaian daur ulang, tim Jinggle SDN Bubutan IV mampu menghipnotis para penonton.

Lagu dan Lirik yang dimainkan merupakan karangan murni dari tim ini. Dengan irama yang “easy listening” dan “fun”, menjadikan lagu ini cocok dinikmati siapa saja mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa sekalipun. Pada lomba jinggle tahun 2013, SDN Bubutan IV tampil sebagai juara 1. Pada lomba kali ini pun, tim berharap menjadi yang terbaik. Mereka sudah bekerja keras mengerahkan kemampuannya secara maksimal.

Para pemain dan pendamping Tim Jinggle SDN Bubutan IV tahun 2015

Berikut ini adalah Lirik Jinggle SDN Bubutan IV

INDAH, HIJAU, BERSIH

Come on love the earth, save the water in the world 2X
Huuuuu.... huuuuu....ha.........

Verse : 1
Mari kawan semua slamatkan
Tanam sejuta pohon dan biopori tuk jaga sumber air

Verse : 2
Mari Hematlah air, ciptakan kebersihan disekitarmu
Reduce, reuse, recycle
Wujudkan lingkungan subur, nyaman asri
Pa...pa...rapapapa ....

Bridge :
Menjaga kotamu indah
Lestari permai dan subur
Mari lakukan bersama Eco School

Chorus :
Indah ..... Kotaku tercinta
Hijau ......  taman bertebaran
Bersih ...... bebas dari Polusi
Mari Peduli
Demi Masa Depan

Ending :
Yo ayo  bersama Eco School kita beraksi
Yo Ayo bersama Tunas Hijau kita beraksi
Yo Ayo bersama Lakukan konservasi air
Yo Ayo bersama Sukseskan program surabaya .....

Para Personil Tim Jinggle SDN Bubutan IV

1. Morla                     : Vocalis
2. Naufan                   : Vocalis         
3. Nur Amelia             : Vocalis
4. Irfan Makoto          : Vocalis
5. Aulia                      : Vocalis
6. Risky                     : Drummer
7. Kak Triska            : Gitaris

Koordinator dewan juri, yang juga Aktivis Senior Tunas Hijau Sugeng, menyampaikan bahwa kualitas penampilan tim peserta sudah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan pelaksanaan lomba serupa dalam dua tahun sebelumnya. “Sudah semakin banyak tim peserta yang tampil keren. Banyak jingle atau lagu lingkungan hidup yang layak diperdengarkan kepada publik juga,” ujar Sugeng seusai penampilan seluruh tim peserta.